Membuat materi pembelajaran Administrasi Sistem
1. Pengertian Shared Hosting
Apa Itu Shared Hosting?. Shared hosting merupakan salah satu pilihan popular terutama bagi situs-situs yang baru, pada dasarnya jenis hosting ini bekerja untuk memberikan sumber daya server yang nantinya akan digunakan oleh beberapa situs web yang memiliki layanan sama. Penjelasan lebih luasnya lagi adalah bahwa shared hosting ini memberi layanan dengan account hosting yang diletakan bersama-sama beberapa account lainnya didalam satu server yang sama sehingga dalam kinerjanya akan memakai servis bersama.
Ketika seseorang telah memutuskan untuk membuat sebuah situs website maka hal pertama yang harus dilakukan untuk mengelolanya adalah dengan memilih tempat siapa dan mana yang akan dijadikan sebagai penyedia layanan hosting sebuah situs website. Langkah selanjutnya setelah memeutuskan tempat maka pengguna diminta untuk memilih paket hosting yang tersedia pada layanan hosting, pada umunya ada 5 yaitu shared hosting, VPS, cloud hosting, wordpress hosting dan dedicated server hosting.
Kelebihan dan Kekurangan dari Shared Hosting
Dalam penggunaan layanan hosting pasti memiliki kelebihan dan kekurangan di masing-masing jenis hosting yang tersedia, untuk simak beberapa penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan dari shared hosting berikut ini.
Kelebihan Shared Hosting
Biaya Murah
Dibandingkan dengan jenis hosting yang lain, shared hosting merupakan pilihan yang paling murah karena pada setiap server pengguna akan berbagi ruang serta sumber daya dengan yang lainnya. Sebagai contoh shared hosting adalah perumpaan ketika seseorang menyewa sebuah kontrakan atau apartemen yang akan digunakan bersama-sama agar lebih menghemat uang karena biaya akan ditanggung bersama-sama.
Pada umunya pengelolaan shared hosting pasti sepenuhnya dipegang oleh penyedia layanan hosting tersebut, oleh karena itu pengguna tidak perlu khawatir lagi mengenai apa pun yang berkaitan dengan kinerja layanan hosting dan hanya melakukan pengelolaan terhadap situsnya. Dengan hanya memfokuskan pada pengelolaan saja maka pengguna akan lebih menghemat waktu karena tidak perlu repot lagi untuk mengurusi kinerja server dan juga menghemat biaya.
Penggunaan Mudah
Didalam layanan shared hosting pengguna akan dimudahkan karena nanti semua operasional server akan diambil ahli oleh penyedia layanan sehingga bagi para pemula yang tidak memiliki pemahaman mengenai pemograman masih tetap bisa untuk mengelola situs web atau blognya. Namun saat nanti web atau blog pengguna layanan shared hosting sudah mempunyai jangkauan yang luas dan pengunjung yang luar biasa banyaknya, maka perlu untuk mengganti layanan hosting ke VPS atau dedicated web server.
Alasannya adalah karena kembali lagi menyesuaikan pada kebutuhan dimana untuk web yang sudah besar dan memiliki banyak pengunjung lebih cocok dengan layanan hosting yang lainnya, jika pengguna masih menggunakan shared hosting maka situsnya akan berdampak pada situs lainnya didalam server yang sama dan pengaruhnya bisa membuat error atau down time. Selanjutnya jika pengguna sudah mengganti layanan hosting maka harus belajar pengetahuan mengenai pemograman.
Administrasi dan Pemeliharaan Server Mudah
Sesuai dengan penjelasan diatas bahwa shared hosting sangat cocok bagi pemula yang baru memiliki pemahaman mengenai dunia web dan layanan hosting. Dengan menggunakan jenis hosting ini pengguna lebih difokuskan pada pembelajaran mengenai blog ataupun website yang sedang dibangun, namun hal ini hanya sementara waktu karena pengguna harus mengganti layanan ketika sudah mengalami traffic pengunjung. Mengenai administrasi dan pemeliharaan server pengguna tidak perlu memikirkannya lagi karena semuanya sudah diambil ahli oleh penyedia layanan hosting.
Sangat Ideal untuk Blog maupun Website Bisnis Skala Kecil
Shared web hosting ini dikatakan sangat ideal untuk pengguna situs blog maupun website bisnis dengan skala yang kecil. Alasannya pertama karena pertimbangan anggaran, hal ini tentu sering terjadi pada seseorang yang memulai bisnis kecil-kecilan dimana untuk mengurangi resiko kerugian yang besar maka seseorang akan lebih menghemat uang terkait anggaran.
Karena shared hosting ini menawarkan layanan dengan harga yang sangat murah maka sangat cocok untuk seseorang yang melakukan bisnis dengan situs blog atau web dengan skala kecil. Lalu alasan yang kedua adalah mengenai pehaman dan kemampuan seseorang dalam mengelola hosting, tentu untuk yang baru terjun di dunia web hosting akan kesulitan untuk menjalankan layanan hosting.
Namun dishared hosting pengguna tidak perlu kesulitan lagi karena semua server akan diambil ahli oleh penyedia layanan hosting tersebut, untuk itu shares hosting sangat ideal bagi pemula blog atau web bisnis kecil.
Control Panel yang mudah
Dengan menggunakan shared hosting ini pengguna akan diberi kemudahan dalam hal control panel karena penyedia layanan hosting akan memberika akses yang luas terhadap hal tersebut. Dalam mengelola website atau blog akan lebih mudah lagi karena pengguna sudah memiliki akses control panel, sehingga pengguna akan bisa memanfaatkan banyak fitur yang tersedia misalnya ketika akan mengunggah file ataupun gambar akan lebih lancar dan mudah serta untuk memudahkan pengguna yang ingin melihat statistic apapun yang berkaitan dengan web atau blognya.
Email akan masuk pada akun email pengguna
Sudah kita ketahui bahwa penggunaan layanan shared hosting ini adalah dilakukan bersama-sama dengan berbagi server pada pengguna lain. Namun tidak perlu khawatir mengenai email yang dikirim untuk pengguna akan masuk pada email pengguna bukan semua email yang masuk pada layanan server yang sama.
Kekurangan Shared Hosting
Area Kontrol Terbatas pada Server
Pengguna pada layanan shared hosting ini hanya memiliki ruang yang sedikit terkait akses ke server sehingga kontrolnya sangat terbatas sekali. Hal ini terjadi karena dalam layanan hosting ini kepemilikan akses penuh hanya dimiliki oleh administrator penyedia layanan hosting, jadi untuk pengelolaan semua akun server diambil ahli juga dan pengguna memiliki akses yang sedikit.
Memungkinkan Terjadinya Crash
Sebagaimana telah dijelaskan bahwa jenis layanan shared hosting ini adalah yang menggunakan banyak pengguna di dalam satu server, dengan hal tersebut tentu sudah tidak heran lagi jika sewaktu-waktu akan terjadi crash. Adanya beban yang berat terutama jika sedang ada traffic akan berpengaruh terhadap kinerja situs web atau blog pengguna lainnya dan akhirnya terjadi gangguan layanan atau crash.
Keamanan yang kurang
Dalam shared hosting yang memberi ruang yang luas dalam satu server, akan lebih rentan terhadap penyalahgunaan akses atau fitur lainnya yang sangat sensitive. Denga hal tersebut pasti akan banyak memunculkan masalah pada server dan bahkan akan terbuka celah dari keamanan yang dipasang.
Penggunaan Sotware lain terbatas
Pengguna shared hosting tidak bisa mendapatkan akses dalam menggunakan atau menjalankan software lain selain yang telah ditawarkan oleh penyedia layanan hosting.
Demikian informasi mengenai shared hosting yang merupakan salah satu layanan hosting paling diminati oleh para pemula. Penjelasan diatas pun juga mengenai kelebihan dan kekurangan yang ada pada layanan shared hosting.
2. Prinsip dan Cara Kerja VPS

Sebenernya prinsip dan cara kerja VPS hampir sama dengan server atau perangkat komputer lainnya, Hanya saja VPS bersifat virtual. Jika bicara mengenai prinsip, Prinsip VPS yaitu sebuah perangkat server virtual yang digunakan untuk melayani user sesuai dengan permintaan.
Lantas bagaimana cara kerja VPS? Alur kerja VPS dimulai dari server fisik berupa komputer yang divirtualisasi. Di server inilah tempat di mana kamu dan seluruh user lain menyimpan file dan database yang dibutuhkan untuk website.
Nantinya, browser yang digunakan oleh user akan mengirimkan sebuah permintaan kepada server, Server akan melayani user sesuai permintaan untuk kemudian server mentransfer file yang diinginkan ke pengunjung melalui jaringan komputer.
Pada saat proses menerima dan mengirimkan service itulah VPS bekerja. Jadi VPS tugasnya yaitu menerima dan mengirimkan service kepada user. Dan cara kerjanya sesuai dengan penjelasan di atas tadi.
Disini pengguna akan mendapatkan respons dari VPS yang mana berkaitan langsung dengan server dan memberikan file yang diminta tersebut melalui jaringan komputer/internet. VPS berguna sebagai peniru server fisik yang bersifat pribadi dan tidak terpengaruhi oleh pengguna VPS lain dalam satu server fisik.
Jenis-Jenis VPS
VPS sendiri memiliki beberapa jenis, Jenis-jenis VPS ini berdasarkan metode virtualisasi atau teknologi virtualisasi yang digunakan untuk membuat VPS. Nah, Berikut Jenis-jenis VPS yang tersedia di pasaran saat ini :
1. OpenVZ
OpenVZ adalah jenis VPS menggunakan sistem operasi yang bekerja pada shared kernel, OpenVZ sendiri merupakan platform containerization sistem-Linux yang memungkinkan kamu untuk menjalankan OS berbasis Linux dalam sistem host tunggal dengan kernel bersama atau shared kernel.
Penyedia akan menyiapkan sebuah server fisik dengan spesifikasi yang tinggi dan memasang OpenVZ untuk virtualisasi, Yang nantinya akan dijual sebagai VPS Linux. Beberapa sumber daya RAM, Core CPU, Storage akan dialokasikan pada VPS.
Dan beberapa di antaranya adalah untuk “burstable”, JAdi, jika sebuah wadah membutuhkan beberapa CPU / memori tambahan selain dari apa yang telah dialokasikan kepadanya, maka ia dapat meminjamkannya sementara dari sumber daya wadah lain yang tidak digunakan.
Karena OpenVZ menggunakan kernel bersama, tidak mungkin untuk mengubah pengaturan kernel.
VPS OpenVZ dengan kemampuan respond terbaik di indonesia udah hadir! Cek VPS nya Sekarang!
VPS yang menggunakan teknologi virtualisasi OpenVZ memiliki harga yang lebih murah dibandingkan KVM. Namun untuk dukungan Sistem Operasi hanya berbasis linux dan sayangnya jika kamu menggunakan VPS melebihi resource yang diberikan VPS kamu akan rawan suspend.
2. KVM
KVM atau (Kernel Based Virtual Machine) adalah modul kernel Linux yang menyediakan kerangka kerja untuk alat pihak ketiga (seperti QEMU) untuk menyediakan virtualisasi. KVM menggunakan teknologi virtualisasi full hardware atau biasa disebut (berdiri sendiri).
KVM memungkinkan kamu untuk menjalankan OS apa pun dan bermain-main dengan pengaturan kernel tingkat rendah. Penyedia VPS akan menggunakan perkakas pihak ketiga untuk membuat VM dengan jumlah tetap RAM, inti CPU, ruang hard disk dan alamat IP, dan menawarkannya sebagai VPS.
Terkadang, penyedia VPS menggunakan KVM dan memungkinkan kamu untuk dapat mengunggah file ISO Anda sendiri untuk diinstal pada VPS. Kami bisa menggunakan Sistem Operasi windows maupun linux untuk OS VPS kamu.
3. XEN
Xen adalah sebuah platform virtualisasi open-source yang awalnya dimulai sebagai proyek penelitian di University of Cambridge dan saat ini pengembangannya dibantu oleh Linux Fondation.
Virtualisasi yang menggunakan XEN dapat menjalankan OS apapun, Sama halnya dengan KVM. Karena setiap VM menjalankan sistem operasi penuh, Kamu dapat memutakhirkan kernel, menggunakan modul kernel tambahan atau mengubah pengaturan kernel level rendah.
Untuk mengurangi Ovehead, XEN menerapkan dan menggunakan teknik yang disebut “paravirtualization”.
Kapan Harus Menggunakan VPS?
Jika dilihat dari segi harga, VPS lebih mahal dibandingan sebuah shared hosting. Namun apakah VPS penting dan Kapan harus menggunakannya? Jika kamu berada beberapa kondisi dibawah ini, Berarti kamu sudah saatnya mulai berpindah ke VPS.
- Websitemu membutuhkan layanan diatas shared hosting karena sering down yang diakibatkan kebanyakan trafik
- Websitemu membutuhkan manajemen server yang lebih leluasa daripada shared hosting
- Websitemu membutuhkan custom resource yang lebih fleksibel daripada shared hosting
Jika kamu mulai merasa jika beberapa poin tersebut terjadi pada kamu sudah saatnya kamu untuk berpindah ke VPS. Salahsatu hal yang sering orang berpindah ke VPS yaitu :
- Resource Kurang, Website yang ramai pengunjung tentu merupakan idaman bagi setiap pemilik website. Tetapi, apabila layanan shared hosting kita sudah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan websitemu, tentu hal tersebut akan menjadi bencana besar. Oleh karena itu, layanan hosting dengan resource yang lebih besar merupakan jawabannya.
- Manajemen Server Kurang Leluasa, Jika di shared kamu tentunya tidak bisa melakukan manage server. Banyak diantara para web developer dan webmaster yang membutuhkan software tambahan untuk website / aplikasi onlinenya. Namun, tidak jarang software yang mereka butuhkan memerlukan instalasi tambahan dan tidak didukung pada layanan shared hosting. Jika sudah begitu, maka layanan VPS adalah jawabannya.
- Website Kurang Cepat, VPS menjadi solusi untuk website yang kurang cepat, Karena sesuai dengan penjelasan VPS dan shared hosting yang sudah dijelaskan sebelumnya. Semakin baik performa VPS dan optimasi website maka semakin cepat juga kecepatan website.
Beberapa alasan tersebut menjadi hal yang paling banyak digunakan untuk alasan berpindah ke VPS. Ingat jika kamu sudah mulai merasa harus pindah ke VPS, sebaiknya segera pindah ke VPS, Karena jika kamu sering menunda dan website kamu sering down karena resource kurang maka itu akan mengimbulkan kerugian pada kamu.
Tips Memilih VPS Terbaik
Sebelum membeli VPS, Kamu harus memperhatikan terlebih dahulu apa saja parameter sebelum membeli VPS. Apa saja tips memilih VPS terbaik?
1. Dukungan Pelanggan terhapap produk VPS
Yang pertama kali harus kamu ketahui adalah tentang dukungan pelanggan oleh penyedia hosting tentang VPS yang disediakan, Apakah VPS Managed atau VPS Unmanaged. Dan ketahui juga layanan pelanggan mereka apakah full 24×7, dan apakah mereka mendukung penuh bagi pelanggan VPS mereka.
Karena kebanyakan penyedia VPS bersifat Unmanaged, Sehingga pelangganlah yang mengatur dan mengontrol VPSnya sendiri. Sedangkan VPS managed berarti kamu tinggal memakai VPS kamu tanpa harus melakukan setting VPS sendiri.
Jadi sebelum membeli VPS ketahui terlebih dahulu apakah VPS yang akan dibeli berfat managed atau unmanaged. Setelah itu ketahui dukungan Customer Service tentang produk layanan kamu.
2. Harga VPS
Karena harga VPS cukup mahal, Maka kamu harus mempertibangkan harga saat akan membeli VPS. Pertimbangkan antara harga layanan VPS dan fasilitas VPS yang didapatkan, Apakah sesuai atau tidak.
Ingat, Tidak selau VPS Murah memiliki performa buruk dan tidak selalu vps mahal memiliki performa yang baik. Kamu juga haras paham tentang spesifikasi VPS untuk emnentukan apakah harga VPS tersebut mahal atau murah.
3. Keandalan dan Kinerja VPS
Hal ini menjadi hal yang penting dalam memilih VPS terbaik, Salah satu yang menjadi toloak ukur kinerja dan keandalan VPS yaitu uptime. Carilah penyedia VPS menawarkan uptime minimal uptime 99,5%, meskipun idealnya sebuah penyedia VPS harus memberikan jaminan uptime 99,9%.
Kamu juga harus mencari informasi apakah kinerja dan performa VPS tersebut sesuai dengan sepsifikasi VPS. Banyak sekali alat pengujian untuk mengetahui performa sebuah VPS. Kamu bisa mencari informasi di internet untuk mengetahui alat pengujian performa VPS.
Apa kamu Sudah Memutuskan untuk Menggunakan VPS?
jika kamu ingin menggunakan VPS, pastikan kamu menggunakan VPS yang benar-benar memiliki resource besar dan performa yang tangguh. Kamu harus memperhatikan dari segi dukungan, harga, performa dan kinerja dari VPS kamu.
3. Mengenal Web Hosting
Informasi yang ditampilkan pada website dapat terjadi berkat adanya web hosting. Jadi web hosting adalah sebuah perangkat komputer yang tersambung dengan layanan internet dan berfungsi untuk menyimpan data-data website agar nantinya bisa diakses siapa saja secara online. Segala informasi pada website tersimpan pada server web hosting yang letaknya ada di ruang penyimpanan data yang biasa disebut data center. Para pemilik website lebih memilih untuk menyewa jasa web hosting karena dianggap membantu dalam pengelolaan website. Selain itu, mempercayakan situs web pada web hosting dinilai lebih optimal dan memuaskan.
Selain dipakai untuk penyimpanan data, web hosting juga sering dipakai untuk aktivitas file transfer pada FTP dan pusat data email. Server pada web hosting sendiri memiliki jaringan internet berkecepatan tinggi dan web hosting ini umumnya sangat menguntungkan bagi pihak-pihak yang berkecimpung dalam dunia bisnis. Bagaimana tidak, dengan layanan internet super cepat selama 24 jam tanpa henti, para pelanggan tentu dapat mengakses alamat website dengan mudah dan nyaman.
Cara Kerja Web Hosting
Mungkin Anda masih bingung dengan gambaran akan web hosting. Untuk lebih mudah memahaminya Anda bisa memulainya dengan membayangkan membuka alamat suatu website pada mesin pencari. Pada saat Anda mengakses alamat situs web selanjutnya internet akan mengirim permintaan akses kepada server hosting. Kemudian server pun akan merespon dengan mengirimkan kembali data-data dari alamat website yang dicari dalam bentuk tulisan dan gambar.
Jenis-jenis Web Hosting
Server pada web hosting menyimpan banyak data seperti gambar, file, data pelanggan dan yang lainnya. Perlu Anda ketahui juga, ternyata layanan web hosting terdiri dari berbagai macam. Berikut jenis-jenis web hosting dan penjelasannya yang bisa Anda simak.
1. Shared Hosting
Shared hosting merupakan layanan web hosting yang banyak dipakai karena menelan bugdet yang kecil. Sesuai dengan namanya, web hosting jenis ini dipakai tidak hanya oleh satu pihak saja melainkan berbagi dengan yang lainnya atau dipakai secara bersama-sama. Walaupun biaya yang dibutuhkan sedikit namun hak akses ke server dan setting server sangat terbatas dang ditentukan oleh pengelola server. Selain itu, karena dipakai secara bersama-sama maka kemungkinan akan terjadi overload dan mengganggu pemilik website yang lain.
2. Cloud Hosting
Cloud hosting merupakan web hosting yang memiliki banyak server. Karena jumlah yang banyak maka web hosting jenis ini dinilai stabil dan memiliki sumber daya yang tak terbatas. Jika Anda memilih untuk menyewa jenis cloud hosting dijamin tidak akan kecewa karena masing-masing server dapat berinteraksi dan tersambung satu sama lain.
3. VPS (Virtual Private Server)
Bagi Anda yang memiliki pengunjung website dengan jumlah banyak, VPS merupakan pilihan jenis web hosting yang tepat. Walaupun pada dasarnya memiliki kinerja yang sama dengan shared hosting namun kualitas sumber dayanya setingkat lebih tinggi. Jika pada shared hosting hak akses ditentukan oleh pengelola server, tidak demikian dengan VPS. Pemilik website dalam hal ini memiliki hak penuh atas pengaturan servernya masing-masing. Oleh sebab itu biayanya pun lebih mahal dari shared hosting. Jika Anda memilih layanan VPS ini pastikan untuk melakukan instal panel kontrol secara mandiri.
Demikian sekilas informasi tentang pengertian, cara kerja dan jenis web hosting. Bagi Anda yang masih bingung menentukan layanan web hosting yang akan disewa sebaiknya melakukan survey terlebih dahulu. Dengan melihat riwayat layanan web hosting, testimoni pemakai, dan klien yang bekerjasama semoga dapat membantu Anda untuk memilih web hosting yang tepat
4. Instalasi dan Konfigurasi Web Server FreeBSD 10
Web Server merupakan suatu aplikasi yang menyediakan layanan akses kepada client melalui protokol HTTP dan HTTPS, layanan dapat berupa suatu artikel, berita, sharing file, pengelolaan file, penyimpanan data dll. Masih jarang teknisi jaringan yang menggunakan FreeBSD ,.. nah kali ini saya akan share tentang bagaimana cara menginstall aplikasi Web Server menggunakan Apache22 dan cara mengkonfigurasinya .. Cekidot
Tambahkan apache22_enable=”YES” di /etc/rc.conf
# echo apache22_enable=\”YES\” >> /etc/rc.conf
Pindah directory ke /usr/ports/www/apache22.
# cd /usr/ports/www/apache22
Install apache22 ( tanpa NLS dan STACK ) dengan cara :
# make && make install
Cek apache apakah sudah terinstall.
# pkg info apache22
Load Module accf_http
# kldload accf_http
Menambahkan accf_http_load=”YES” di /boot/loader.conf
# echo accf_http_load=\”YES\”
Pindah ke directory /usr/local/etc/apache22
# cd /usr/local/etc/apache22
Sebelum mengkonfigurasi lebih baik melakukan backup, dengan cara :
# cp httpd.conf httpd.conf1
Tambahkan # pada baris ini agar tidak terjadi error saat start apache
Edit file tersebut, jangan lupa untuk simpan konfigurasinya
# ee httpd.conf
Buat user untuk login pada saat authentifikasi, buat user ( disini saya membuat 2 user
# htpasswd -c /usr/local/www/apache22/data/user admin
# htpasswd /usr/local/www/apache22/data/user tkj
Lakukan test konfigurasi
# apachectl configtest
Jika sudah tidak ada masalah, start apachenya
# apachectl start
5. PENGERTIAN HOSTING
5. Domain berhasil ditambahkan dan akan muncul tampilannya pada server plesk kita. Selanjutnya buat subdomain dengan meng-klik add subdomain. Dimana subdomain ini adalah nama depan dari domain utama yang bisa kita buat lebih dari satu.
6. Masukkan nama subdomain yang diinginkan, misal: wordpress (wordpress.ikbal.com). Kemudian klik OK.
8. Masukkan nama user dan nama depan email address sesuai keinginan. Pada user role pilih application user karena kita ingin membuat user buat client yang diizinkan untuk mengaplikasikan subdomain tersebut. Pada access to subscriptions pilih all. Kemudian masukkan password dan bahasa yang ingin digunakan. Scrool kebawah kemudian klik OK.
9. User account berhasil ditambahkan, bisa kita lihat pada tab users.
11. Maka akan diarahkan ke applications of (subdomain). Karena disini saya ingin membuat wordpress pada subdomain yang saya buat, maka pilih aplikasi wordpress kemudian pilih install dan klik install (custom) untuk mendownload wordpress.
12. Tunggu proses downloading wordpress sampai selesai.
14. Pada bagian administrative access kita harus mengisi username dan password sesuai keinginan kita. Kemudian scroll kebawah.
15. Pada bagian main configuration kita harus mengisi beberapa data untuk wordpress. Isi pada bagian site name, interface language, database name, database username dan password. Kemudian klik install.
17. Wordpress berhasil ditambahkan, bisa kita lihat tampilannya pada tab installations.
18. Lakukan pengujian wordpress dan subdomain yang sudah dibuat. Ketik nama domain pada web browser, misal: wordpress.ikbal.com kemudian klik enter. maka akan muncul tampilan wordpress pada website kita seperti berikut.
20. Maka akan muncul tampilan websitenya seperti berikut.
21. Karena ini adalah materi shared hosting maka coba lakukan pengujian dengan mengakses domain tersebut dari client, pastikan tampilan websitenya muncul seperti tadi.
(Membuat 2 Subdomain)
22. Disini kita bisa membuat subdomain lebih dari satu. Hal ini berguna ketika permintaan membuat domain lebih dari satu client. Disini saya akan coba menambahkan satu subdomain lagi yang berbeda. Caranya sama pilih tab websites & Domains lalu klik add subdomain.
25. Subdomain yang sudah dibuat bisa dilihat pada tab websites & domains. Kemudian klik applications untuk menginstall wordpress pada subdomain kita.
26. Pilih wordpress lalu klik install dan pilih install (custom). Untuk proses selanjutnya sama seperti sebelumnya. Lakukan proses instalasinya sampai selesai.
28. Lakukan pengujian untuk subdomain yang kedua dengan mengetik nama subdomainnya pada web browser, misal: blog.ikbal.com lalu klik enter. Maka pastikan muncul tampilan websitenya seperti berikut. Wordpress yang sudah kita install ini, bisa diedit dan dikembangkan sesuai kebutuhan website kalian.
29. Kita bisa melihat berapa jumlah subdomain yang sudah dibuat pada server plesk. Klik tab applications. Maka bisa dilihat berapa website yang sudah dibuat dan didaftarkan.

































Komentar
Posting Komentar